Syarif Hidayatulloh, Pendiri Dinasti Banten Dan Dinasti Cirebon


Konon diceritakan bahawa Rara Santang di karuniahi anak kembar yaitu Syarif hidayatulloh & Syarif Arifin.
Ketika Mereka berdua dewasa,tahta kerajaan mesir di turunkan ke pada Syarif hidayatullah tapi Beliau Menolaknya dan Memberikanya pada Adik kembarnya syarif Arifin,  Dan, Syarif hidayatullah lebih Memilih Berdakwah ke pulau Jawa di tanah Leluhurnya.

Setelah sampai Di Muara Jati Beliau Bertemu dengan Walangsungsang,  uwaknya yang telah berganti Nama pangeran Cakrabuana,  kemudian di Nikahkanlah Syarif Hidayatullah dengan putri Uwaknya yang bernama Nyi mas Pakung Wati.

Kemudian Syarif Hidayatullah di Angkat menjadi Waliyulloh dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif
Abdullah dan bergelar pula sebagai
Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah.

Pada tahun 1479 M, kedudukan Pangeran Cakrabuana sebagai Raja di keraton Pakung wati kemudian digantikan Sunan Gunung Jati,  Beliau lalu Mendirikan Kesultanan Cirebon Sebagai Pusat Penyebaraan Agama islam di tataran Sunda.

Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulai oleh Syarif Hidayatullah dengan membentuk Dewan Dakwah Sembilan Wali atau Wali Songo sebagai tokoh Ulama penyebar Agama islam di Jawa.

Dan kemudian Syarif Hidayatullah diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka , Kuningan , Kawali (Ciamis),Sunda Kelapa , dan Banten  (bersambung)


Tidak ada komentar