Kerajaan Pertama Di Pulau Bali Sebelum Pengaruh Majapahit


Kerajaan Gelgel yang merupakan kerajaan pertama di Bali setelah ekspedisi Gajah Mada di Bali. Bisa dikatakan bahwa keturunan Majapahit-lah yang mendirikan Kerajaan Gelgel di Pulau Bali. Pada saat itu Hindu diperkenalkan ke masyarakat Bali oleh rsi-rsi yang datang dari Majapahit. Agama Hindu mulai menyebar di wilayah pulau tersebut.

Sebelum pengaruh Majapahit masuk di Bali, Ternyata jauh sebelum adanya Kerajaan Gelgel dan ekspedisi Gajah Mada ke Bali, di Bali sudah berdiri suatu kerajaan sekitar abad ke-8. Kerajaan itu bernama Bedahulu atau Bedulu merupakan kerajaan kuno Bali yang ada dari abad ke-8 sampai akhir abad ke-13. Beribukota di Pejeng. Sri Wira Dalem Kesari Warmadewa merupakan Raja pertama Kerajaan Bedahulu.


Bedahulu atau Bedulu (Abad 8 - 14) M
Kerajaan Bedahulu atau yang biasa juga disebut Bedulu merupakan kerajaan awal yang muncul di Bali. Kerajaan yang terpusat di Pejeng atau Bedulu, Gianyar, Kerajaan Bali ini berdiri pada sekitar abad ke-8 hingga abad ke-14. Kerajaan ini diperintah oleh salah satu kelompok bangsawan yang bernama dinasti Warmadewa dengan Sri Kesari Warmadewa sebagai raja pertamanya.

Sri Kesari Warmadewa adalah salah satu dari Wangsa Warmadewa, dimana mereka merupakan salah satu keluarga bangsawan yang memiliki kuasa besar akan pulau Bali di masa lalu. Sri Kesari sendiri, menurut riwayat lisan yang beredar telah berkuasa sejak abad ke-10, dan namanya bisa ditemukan dalam sebuah prasasti di Sanur, bernama prasasti Blanjong. Tertulisnya nama Sri Kesari di dalam prasasti tadi membuatnya menjadi raja pertama di Bali yang namanya ada dalam catatan tertulis.

Tak ada prasasti atau peninggalan yang menyebutkan kerajaan Bedahulu. Masih belum dipastikan pada awal berdirinya kerajaan ini, dan pengaruh Hindu sudah masuk atau belum. Namun, Yang menonjol adalah kepercayaan terhadap nenek moyang yang melakukan pemujaan dipusatkan pada bangunan berundak-undak.


Pada era pemerintahan Raja Sri Wijaya Mahadewi yang merupakan Raja Bedahulu ke-7, diperkiraan Hindu mulai masuk karena pada masa itu muncul nama-nama biksu yang memiliki nama Siwa, seperti Piwakangsita Siwa, Siwanirmala dan Siwaprajna.

Era Pemerintahan Raja Udayana, pengaruh Hindu-Buddha terlihat sangat jelas karena Raja memiliki pembantu bernama mpungku Sewasogata. (r)


Tidak ada komentar